Hanya Buang Jauh -Jauh
Bagaikan embun yang tak pernah tersentuh, namun terasa hingga membekukan jiwa. Aku terpana untuk beberapa detik. Kemudian aku kembali ke alam kehidupan nyataku. Memandang langit yang terus bergemuruh menyampaikan pesannya bahwa akan segera turun hujan. Kukibaskan semua penat dan keraguan ini. Aku harus bangun sesegera mungkin dan menyingkirkan semua kepahitan kenangan yang telah terjadi di masa itu. Aku harus mampu bangun dan kembali berjalan ke jalanku, jalan yang seharusnya telah kulalui sejak lama.
Jalan ini tetap tak semulus yang telah kulalui sebelumnya, banyak tikungan dan bebatuan, namun aku harus tetap fokus akan satu jalan yang mana di sana lah impianku berada. Sesekali aku masih menoleh kebelakang lalu berhenti sejak untuk menyembuhkan lukaku yang masih terasa, seperti ini tak hanya dengan satu dua kali, ternyata masih terasa saja beban itu. Kemuadian ku angkat wajahaku. Ku lihat sinar itu, sinar yang begitu terang. Sinar yang menghantarkanku penuh dengan kehangatan. Segera aku bangun dan mencoba berlari, berlari untuk menggapai cahaya itu. Perlahan sinar cahaya itu semakin terang, terang dan semakin bersinar. Untuk beberapa waktu yang cukup panjang, aku hanya mampu memandangnya dari jauh, mengaguminya dalam diam, tak berani menyentuhkan tangan dan hatiku. Hingga akhirnya ku beranikan diriku, ku beranikan hatiku untuk menyentuhnya. Hingga kemudian saat aku mulai menggapainya, ku menolehkan pandanganku sejenak menoleh kebelakang dan ku berkata "walaupun seberat ini langkahku untuk menegakkan pandanganku ke depan, walaupun sesakit ini langkahku menjauhkan hatiku darimu, walaupun sesulit ini langkahku menyembuhkan sisa luka yang berbekas, walaupun seburuk ini langkahku untuk tidak lagi menoleh menatapmu, tapi aku harus terus menatap ke depan, menatap impianku yang sesungguhnya, menatap masa depan yang entah masa seperti apalagi yang akan aku hadapi, aku akan terus melangkah, melangkah dan tak akan pernah lagi menoleh ke belakang, aku tidak akan menatapmu walaupun kau ada di depanku, ataupun di sampingku, dan akan terus seperti itu, hingga aku benar-benar tidak melihat lagi, seperti kamu dahulu yang tidak pernah melihatku meskipun aku berada di sampingmu".

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda